Jumat, 24 April 2015

Pernikahan kemudian Cinta. Cinta kemudian Pernikahan?

Pernikahan ?

Seperti apakah pernikahan yang sesungguhnya itu ?Apakah keinginan untuk melengkapi satu sama lain, sampai tua ? mendewasa bersama dalam kekurangan dan kelebihan masing - masing ?
Ataukah keinginan untuk saling membahagiakan ? keinginan untuk saling berbagi ?Atau malah keharusan, kewajiban dari masyarakat atau dari aturan yang paling tua. Untuk memperbanyak umat manusia ?

Entahlah...

Setiap pernikahan memiliki modus tersendiri yang kelihatannya dari luar sama saja. Akan tetapi, esensi dari setiap pasangan saya rasa beragam dan banyak motivasi lainnya yang dalam, dan mungkin sulit dipahami oleh orang lain diluar mereka.Tapi kita semua tau satu alasan yang jelas, yang banyak melatarbelakangi ribuan, jutaan, atau bahkan milyaran alasan terjadinya pernikahan di bumi ini. Apalagi kalo bukan,.... Cinta.
***

Satu kata. Jelas. Tapi begitu ambigu dan membingungkan atau bahkan sulit dideskripsikan secara maknawi. Kata yang terkadang begitu membuatku kesal. Cinta.

Banyak dari kita tahu kalo pernikahan yang ada cinta di dalamnya itu bagus serta disukai. Dan pernikahan yang tanpa cinta di dalamnya kurang disukai serta kurang bagus. Tapi satu pertanyaan lagi yang terbesit di kepala saya. "Kenapa hubungan pernikahan yang awalnya dimulai dengan cinta bisa berakhir begitu menyedihkan di meja pengadilan dengan begitu banyak rasa benci yang dibawa pulang oleh masing - masing dari mereka bahkan keturunannya? Bukankah mereka memulai dengan cinta? Lalu kemana pergi cinta mereka? Ataukah cinta itu hanya ilusi, mereka pikir saling mencinta ternyata tidak?" Ahhhh... ataukah karna alasan lainnya, cinta bisa juga kadaluarsaaaa ... mungkin.

Lalu  bagaimana dengan sepasang manusia yang memulai pernikahan bukan karna cinta, tapi tetap bisa bertahan sampai akhir? Iya, benar - benar sampai akhir.Bukankah ini begitu membingungkan.
***

Akhir - akhir ini di kepalaku bertebaran pertanyaan tentang cinta suci dan cinta sejati yang terjalin lewat pernikahan.Tapi jika pernikahan masih bisa berakhir di sidang peradilan, berarti pernikahan bukanlah jaminan dari adanya cinta suci dan cinta sejati dalam hubungan?Lalu cinta suci itu yang seperti apaaa? Cinta sejati itu yang bagaimana? dan apa hubungan ya dengan pernikahan ?
***

Kalian yang membaca ini, bantu aku menjawab semua tanda tanya itunyaa.
***

Tulisan ini aku akhiri sampai disini. 
Pertanyaan menggantung yang sama - sama membuat kita berpikir ulang makna hakiki dari cinta suci, cinta sejati, dan tentu saja PERNIKAHAN. Secara sengaja tetap aku biarkan menggantung. Jawabannya mungkin berbeda pada diri kita masing- masing. Tapi jujur aku ingin kita jawab bersama - samaa.
***

Tulisan ini mungkin berakhir. Tapi tulisan tentang cinta dan pernikahan akan sering muncul di tulisanku selanjutnya.Alasannya? Karna aku ingin lebih dekat dan memahami kata- kata itu (read: Cinta dan Pernikahan). Juga karna seorang pria menawarkan proposal itu kepadaku, hihi... Anggap saja caraku melawan rasa ragu dan banyak pertanyaan dalam jiwa dan pikiranku mengenai perlukah cinta dan pernikahan dalam hidup, terutama jika banyak yang berakhir dengan luka. Membuat ku Skeptis saja,
***

Ok. See you next posting guysssss ;*AF. (25.4.2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar